Hidup tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah, dan Setiap masalah harus diselesaikan bukan dihindari. Menyelesaikan masalah dengan kekerasan hanya akan melahirkan masalah baru. Masalah harus diselesaikan dengan suatu mufakat dan dengan sikap yang dewasa bukan kekanak-kanakan, musyawarahkanlah setiap masalah untuk mencapai keputusan yang bijak, minimal antara akal dan hati.
Belakangan ini kita sering melihat fenomena kekerasan seperti tindak yang anarkis, pengrusakan, dan lain sebagainya yang merepresentasikan suatu bentuk pengungkapan yang timbul dari ketidakpuasan atau rasa kecewa yang malah hanya akan melahirkan permasalah baru, bahkan lebih ironis apabila kekerasan ini dilakukan oleh “oknum” para intelektual seperti mahasiswa, atau anggota parlemen tingkat tinggi. Tentunya kita sebagai manusia yang mempunyai moral dituntut untuk bersikap lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi suatu masalah. Solusi dan keputusan yang akurat tidak akan dihasilkan dari emosi, di situlah kedewasaan kita diuji, sampai sejauh mana kita bisa mengontrol emosi. Ide-ide kreatif hanya akan muncul dari situasi dan kondisi jiwa yang sehat dan jiwa yang tenang.
Kekerasan hanya akan muncul dari mereka yang tidak suka menggunakan akalnya untuk berpikir dan tidak suka menggunkan hatinya untuk merasa. Bila satu diantara dua essensi yang kita miliki tidak berfungsi, maka hidup yang kita jalani tidak akan seimbang. Kekerasan tidak memberikan predikat si pelaku hebat, bahkan sebaliknya.
Kamis, 31 Januari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar